https://anggaran.e-journal.id/akurasi/issue/feed Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia 2019-06-28T09:24:51+00:00 Journal Manager DJA akurasi@kemenkeu.go.id Open Journal Systems <p>Jurnal Anggaran dan Keuangan Negara Indonesia</p> https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/47 EFEKTIVITAS PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI INDONESIA TAHUN 2016 2019-06-28T09:24:50+00:00 Ahmad Tamzil Makrifat anggaran.saja@gmail.com Ahmad Rivai Febriantono rivai.dja@gmail.com Tiara Tsani tiarahanan@gmail.com <p><strong>Abstract </strong></p> <p>Continuous Professional Development Program has been designed to improve teacher competencies in Indonesia. In the 2016, 427.189 teachers from all grade levels had received specific training based on their competency test result in 2015. The purpose of this study is to analysis the effectiveness of training and identify any factors that might influence the effectiveness of training in improving teacher’s competencies. Paired Sample T-test (one-tail) was used to analyze the effectiveness of training. The result show that there is a significant improvement of teacher’s competencies post training (p&lt;0,01). The regression analysis result show that variables like individual characteristics, status of the teaching profession, employment status, education levels, modes of training, and domicile influence on effectiveness of training.</p> <p><strong>Keywords:</strong>&nbsp;Improving The Competence of Teachers, Effectiveness of Training</p> <p><strong>JEL Classification: I28</strong> <strong>Education: Government Policy</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak </strong><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) didesain untuk meningkatkan kompetensi guru di Indonesia. Tahun 2016, sebanyak 427.189 guru dari berbagai jenjang pendidikan memperoleh pelatihan sesuai dengan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) yang didapat ditahun 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pelatihan dari program PKB ini efektif meningkatkan kompetensi guru dan faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi guru tersebut. Analisis efektivitas pelatihan menggunakan alat uji <em>Paired Sample T-test</em>&nbsp;(<em>one-tail</em>). Hasilnya, nilai kompetensi guru mengalami peningkatan yang signifikan setelah mereka mengikuti pelatihan pada program PKB (p&lt;0,01). Berdasarkan hasil regresi, efektivitas pelatihan tersebut turut dipengaruhi oleh karakteristik individu, status keprofesian, status kepegawaian, pendidikan terakhir, moda pelatihan, dan domisili.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong>&nbsp;peningkatan kompetensi guru, efektivitas pelatihan</p> 2019-06-28T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/46 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ANGKA PARTISIPASI PERGURUAN TINGGI PADA 32 PROVINSI DI INDONESIA TAHUN 2013-2016 2019-06-28T09:24:50+00:00 siti habibah siti.habibah@kemenkeu.go.id Yudha Perdana Putra yudha.perd@gmail.com Yulindo Mandala Putra yulindomandalaputra@gmail.com <p><em>The Gross Enrollment Rate of Higher Education Level (Tertiery Education) can show the quality of government services to the right of the community to access to higher education. The Gross Enrollment Rate of Higher Education Level also shows that people can easily access to tertiery education. This study aims to determine the factors that influence change in Gross Enrollment Rate of Higher Education Level. The analysis was conducted by looking at four aspects that replaced the change of the Gross Enrollment Rate of Higher Education, namely aspects of government, school, household, and regional characteristics. The data used are provincial level panel data, which is estimated using econometry through the analysis of the Fixed Estimation Method (FEM). The result shows that not all used variables in this study significantly affecting in change of the Gross Enrollment Rates of Higher Education. Significant variables on changes in Enrollment Rate of Higher Education include: (1) central government allocations in the field of higher education to GDRB (representing aspects of government); (2) Lecturer-Student Ratio (representing aspects of Higher Education); and (3) population (representing aspects of regional characteristics). Meanwhile, the number of Universities (representing aspects of Higher Education) and GRDP per capita (representing aspects of the Household) are not significantly to affect the Gross Enrollment Rates of Higher Education. This study may be used as input for the Government to formulate the policies as an effort to improve access to higher education through increasing of&nbsp; the Enrollment Rates&nbsp; of Higher Education.</em></p> <p><strong><em>Keywords : </em></strong><em>gross enrollment rates, universities, provinces, data panels</em></p> <p><strong>Abstrak &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong></p> <p>APK Perguruan Tinggi dapat menunjukkan kualitas layanan pemerintah terhadap hak masyarakat dalam memperoleh akses pendidikan tinggi. APK perguruan tinggi juga menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh kemudahan akses menempuh pendidikan tinggi.&nbsp; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi angka partisipasi perguruan tinggi. Analisis dilakukan dengan melihat empat aspek yang diduga mempengaruhi perubahan APK Perguruan Tinggi, yaitu aspek pemerintah, sekolah, rumah tangga, dan karakteristik daerah. Data yang digunakan merupakan data panel tingkat provinsi, yang diestimasi dengan pendekatan ekonometri melalui analisis Fixed Estimation Method (FEM). Hasilnya menunjukkan bahwa tidak semua variabel dari keempat aspek tersebut diduga berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan APK Perguruan Tinggi. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan APK Perguruan Tinggi antara lain: (1) porsi pengeluaran pemerintah pusat di bidang pendidikan tinggi terhadap PDRB (mewakili aspek pemerintah); (2) Rasio Dosen-Mahasiswa (mewakili aspek Perguruan Tinggi); dan (3) jumlah populasi (mewakili aspek karakteristik daerah). Sementara itu, variabel jumlah Perguruan Tinggi (mewakili aspek Perguruan Tinggi) dan PDRB per kapita (mewakili aspek Rumah Tangga) diduga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan APK Perguruan Tinggi). Hasil penelitian ini kiranya dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi Pemerintah untuk merumuskan kebijakan dalam upaya peningkatan akses pendidikan tinggi melalui peningkatan APK Perguruan Tinggi.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>angka partisipasi kasar, perguruan tinggi, provinsi, data panel.</p> 2019-06-28T09:16:30+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/44 STRATEGI PENGEMBANGAN TEACHING INDUSTRY PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI 2019-06-28T09:24:50+00:00 Tri Maryugo Hawati trimhawati@kemenkeu.go.id Suyono Suyono suyonodja@gmail.com Mesa Ardhi Nugroho m.noegroho@gmail.com <p><em>The purpose of this study is to formulate strategic priorities in order &nbsp;to elaborate "Teaching Industry" activities at State Universities. </em><em>In this study, </em><em>we </em><em>use </em><em>descriptive analysis </em><em>and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods. The results of this study show that percentage of budget realization for </em><em>Fiscal Year 2016 </em><em>until</em><em> 2018 </em><em>is quite high, </em><em>the precentage mean</em><em> around 98% per year</em><em>, however the number of State Universities participating in the Teaching Industry activities is still low, in 2016 as many as 6 Legal Entity State Universities, and in 2017 and 2018 as many as 8 Legal Entity State Universities. </em><em>This is due to the </em><em>remained subdued</em><em> regulations that support the program </em><em>and </em><em>funding </em><em>gap </em><em>from the Government, </em><em>State University</em><em>, and Industry</em><em>. </em><em>Further more, in order to </em><em>developing the Teaching Industry activities there are still many obstacles including</em><em>, </em><em>regulations that have not been supported</em><em>, insufficient funding and </em><em>the quality of human resources</em><em>. The strategy in an effort to develop a Teaching Industry activities analyzed by AHP </em><em>in order of quality and priorities is as follows</em><em>: 1) compile regulations related to governance, institutions, and the Teaching Industry business model with a weight of 0.27; 2) coordinate intensively through the formed of a special team with a weight of 0.18; 3) improve the quality of lecturers and researchers through scholarship and entrepreneurship training programs with a weight of 0.16; 4) provide incentives / grants for university and industry cooperation with a weight of 0.15; 5) compile monitoring and evaluation instruments for the implementation of the Teaching Industry with a weight of 0.13; 6) </em><em>improve university facilities and infrastructure</em><em> with a weight of 0.11. For sensitivity analysis, shows that a scenario changes for Teaching Industry do not have an impact on changes in the priority of the strategy resulted.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: Strategy, Teaching Industry, State University, Analytical Hierarchy Process (AHP).</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Abstrak</p> <p>&nbsp;</p> <p>Tujuan dari kajian ini adalah untuk merumuskan prioritas strategi dalam upaya mengembangkan kegiatan <em>Teaching Industry</em> pada Perguruan Tinggi Negeri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan Proses Hierarki Analisis (PHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase realisasi anggaran Tahun Anggaran 2016 s.d 2018 cukup tinggi, yaitu rata-rata sekitar 98% tiap tahunnya, namun demikian jumlah Perguruan Tinggi Negeri yang berpartisipasi pada kegiatan <em>Teaching Industry</em> masih rendah, yaitu pada Tahun 2016 sebanyak 6 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, Tahun 2017 dan 2018 sebanyak 8 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Hal ini dikarenakan masih lemahnya regulasi yang mendukung program tersebut dan kurang kuatnya pendanaan baik dari sisi Pemerintah, Perguruan Tinggi maupun Industri. Selain itu, dalam mengembangkan kegiatan <em>Teaching Industry</em> juga masih terdapat banyak kendala diantaranya, yaitu: regulasi yang belum mendukung, keterbatasan pendanaan, dan kualitas sumber daya manusia. Strategi dalam upaya mengembangkan kegiatan <em>Teaching Industry</em> yang dianalisis dengan proses hierarki analisis sesuai dengan urutan bobot dan prioritasnya adalah sebagai berikut: 1) menyusun regulasi terkait tata kelola, kelembagaan, dan model bisnis <em>Teaching Industry</em> dengan bobot sebesar 0,27; 2) melakukan koordinasi secara intensif melalui pembentukan tim khusus dengan bobot sebesar 0,18; 3) meningkatkan kualitas dosen dan peneliti melalui program beasiswa dan pelatihan kewirausahaan dengan bobot sebesar 0,16; 4) memberikan insentif/hibah untuk kerjasama Perguruan Tinggi dan industri dengan bobot sebesar 0,15; 5) menyusun instrumen monitoring dan evaluasi pelaksanaan <em>Teaching Industry</em> dengan bobot sebesar 0,13; 6) meningkatkan sarana dan prasarana Perguruan Tinggi dengan bobot sebesar 0,11. Untuk analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan scenario tidak berdampak pada perubahan prioritas strategi yang dihasilkan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Strategi, <em>Teaching Industry</em>, Perguruan Tinggi Negeri, Proses Hierarki Analisis (PHA).</p> 2019-06-28T09:19:38+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/45 STANDAR BIAYA DAN KINERJA: PENGARUH SBKK TERHADAP EFISIENSI ANGGARAN K/L 2019-06-28T09:24:51+00:00 Said Iwan Kusuma said.iwan.kusuma@gmail.com Septian Bagus Pambudi pambudi.septian@gmail.com Aziz Wahyu Suprayitno azizwahyu01@gmail.com <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This study aims to measure the budget efficiency at the BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) in 2014 - 2017 using DEA (Data Envelopment Analysis). The variable used as the output variable is output produced by the work unit, and as an input variable is the budget realization, specified in the account level of employee expenditure, goods expense expenditure, service expenditure, maintenance expenditure, travel expenditure, output activities honorarium expenditure, other non-operational goods and capital expenditure. This study was conducted in two stages, the first stage is calculating the budget efficiency of the BPK Representative work unit in 33 Provinces. The second stage is to determine the effect of independent variables on budget efficiency. The results shows that the average efficiency score of 33 BPK Representative work unit has always increased from 2014 - 2017, from 0.57 in 2014, 0.79 in 2015, 0.92 in 2016 and 0,95 in 2017. While the results of panel data regression showed that the SBKK (Standar Biaya Keluaran Khusus) and Revision variables had a positive and significant effect on budget efficiency, while the Number of Employees variable did not affect budget efficiency.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: DEA, budget efficiency, SBKK</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi anggaran pada BPK (Badan Pemeriksa Anggaran) pada tahun 2014 - 2017 dengan menggunakan DEA (<em>Data Envelopment Analysis</em>). Variabel yang digunakan sebagai variabel output adalah capaian output/keluaran yang dihasilkan satuan kerja, dan sebagai variabel input adalah realisasi anggaran yang dirinci pada level akun belanja pegawai, belanja beban barang, belanja jasa, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan, belanja honor output kegiatan, belanja barang non operasional lainnya dan belanja modal. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu pada tahap pertama menghitung nilai efisiensi anggaran satuan kerja BPK Perwakilan pada 33 Provinsi. Tahap kedua dalam penelitian ini adalah melihat pengaruh variabel independen terhadap efisiensi anggaran. Dari hasil pengolahan data menggunakan DEA menunjukkan bahwa rata-rata nilai efisiensi 33 satker BPK Perwakilan selalu mengalami peningkatan dari tahun 2014 – 2017, dari sebesar 0,57 di tahun 2014, 0,79 di tahun 2015, 0,92 di tahun 2016 dan 0,95 di tahun 2017. Sedangkan hasil analisis regresi panel data, menunjukkan bahwa variabel SBKK (Standar Biaya Keluaran Khusus) dan Revisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi anggaran, sedangkan untuk variabel Jumlah Pegawai tidak berpengaruh terhadap efisiensi anggaran.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: DEA, efisiensi anggaran, SBKK</p> 2019-06-28T09:20:41+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/48 PENGARUH REVIU RKA-K/L OLEH APIP TERHADAP EFISIENSI ALOKASI ANGGARAN KEMENTERIAN AGAMA 2019-06-28T09:24:51+00:00 Edy Effendi mr.edyeffendi@gmail.com Muhammad Imron imron20@gmail.com <p><em>Research on the role of the APIP review of the Ministry/agency Work Plan and Budget document to determine the impact on the efficiency of ministry/agency spending (case study at the Ministry of Religion). The method used in this study uses simple linear regression with dummy. The use of linear regression is used to examine the relationship between independent variables (certain types of expenditure) and dependent variables (total expenditure). Whereas, dummy is used to find out before and after the APIP review is done. Throughout the author's search, this research has never been done. Based on the results of linear regression obtained, the APIP review significantly had a positive effect on official travel expenditure and honorarium but did not significantly affect building spending and equipment</em><em>.</em></p> <p>Abstrak &nbsp;</p> <p>Penelitian atas peran reviu APIP atas dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga untuk mengetahui dampaknya terhadap efisiensi belanja kementerian/lembaga (studi kasus pada Kementerian Agama). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana dengan<em> dummy. </em>Penggunaan regresi liner digunakan untuk meneliti hubungan antara variable independen (jenis belanja tertentu) dan <em>variable dependen</em> (total belanja). Sedangkan, <em>dummy</em> digunakan untuk mengetahui sebelum dan setelah reviu APIP dilakukan. Sepanjang penelusuran penulis, penelitian ini belum pernah dilakukan. Berdasarkan hasil <em>regresi linier </em>diperoleh, reviu APIP signifikan berpengaruh positif terhadap&nbsp; belanja perjalanan dinas dan honorarium tetapi tidak signifikan berbengaruh terhadap belanja gedung dan alat.</p> 2019-06-28T09:21:48+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://anggaran.e-journal.id/akurasi/article/view/43 TINJAUAN ATAS KINERJA REVIU APIP DALAM PENYUSUNAN RENCANA KERJA ANGGARAN K/L (Studi Kasus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) 2019-06-28T09:24:51+00:00 zaenuri imam satriyo zaenuri.imam@kemenkeu.go.id <p>ABSTRAK</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>TINJAUAN ATAS KINERJA REVIU APIP DALAM PENYUSUNAN</p> <p>RENCANA KERJA ANGGARAN K/L</p> <p>(Studi Kasus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)</p> <p><strong>Kualitas Kinerja Anggaran yang buruk masih menjadi pekerjaan rumah hampir di semua kementerian/lembaga, hal ini tercermin dari Laporan Hasil </strong><strong>Pemeriksaan</strong><strong> BPK atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga yang terjadi dalam dekade terakhir. Dengan ditetapkannya </strong>Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, menteri/pimpinan lembaga, gubernur, dan bupati/walikota wajib melakukan pengendalian atas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan dengan harapan memberikan keyakinan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintah negara, keandalan laporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.</p> <p><strong>Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif Deskriptif untuk mengetahui pengaruh reviu APIP K/L atas Kinerja Anggaran K/L dengan mengukur beberapa variabel dalam aspek Implementasi pada Evaluasi Kinerja Anggaran, diantaranya yaitu: variabel Capaian Keluaran (<em>Output</em>) Program, variabel Penyerapan Anggaran, variabel efisiensi, dan&nbsp; variabel Konsistensi</strong><strong>. Variabel-variabel yang dihitung tersebut diharapkan dapat menjelaskan apakah terdapat pengaruh Reviu APIP K/L pada peningkatan Kinerja Anggaran K/L.</strong></p> <p>Hasil analisis menunjukkan adanya dampak positif yang ditimbulkan karena peran Reviu APIP K/L terhadap perencanaan anggaran dan penyusunan dokumen anggaran K/L. Hasil analisis yang mendukung kesimpulan penelitian ini ditunjukkan pada variabel Pencapaian Keluaran (<em>Output</em>), variabel Efisiensi, dan variabel Konsistensi era sesudah reviu APIP K/L lebih baik dibanding era sebelum APIP K/L melakukan reviu. Selanjutnya,&nbsp; agar diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat, perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam terutama dengan pendekatan teknis yang lebih baik, penggunaan data sampel lebih banyak, serta penggunaan metode inferensial yang diharapkan dapat lebih banyak memberikan alternatif analisis statistik.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: kinerja anggaran, pengendalian intern, capaian keluaran (<em>output</em>), reviu, konsistensi.</p> <p>&nbsp;</p> 2019-06-28T09:22:44+00:00 ##submission.copyrightStatement##